Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian
- account_circle admin_farma
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- comment 0 komentar

Lampung Barat, LambarXpose.com – Dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan daerah, Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura (DTPH) Lampung Barat menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Sistem Kelembagaan Penyuluhan Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran penyuluh dan kelompok tani (poktan) sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Selasa, (3/12/2025).
Kegiatan yang diadakan di Aula DTPH/UPTD Pertanian ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Hortikultura, Maidar SH, MSi. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swadaya, serta perwakilan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Lampung Barat.
Dalam sambutannya, Maidar menekankan peran strategis kelembagaan penyuluhan dalam mentransfer inovasi teknologi dan informasi pertanian kepada para petani.
“Kelembagaan petani yang kuat dan penyuluh yang kompeten adalah kunci utama dalam mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Maidar. “Melalui pelatihan ini, kami berharap sistem penyuluhan kita semakin solid, terkoordinasi, dan mampu menjawab tantangan serta peluang di sektor pangan dan hortikultura.”

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Instansi Terkait, seperti Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi atau akademisi pertanian yang ahli di bidangnya. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek krusial, antara lain:
- Manajemen organisasi dan administrasi kelompok tani
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penyuluh
- Strategi penyuluhan partisipatif dan pendampingan petani secara efektif
- Aksesibilitas permodalan dan pasar bagi produk pertanian
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan studi kasus mengenai pembenahan kelembagaan petani di wilayah masing-masing.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat kelembagaan di tingkat desa atau kecamatan.
“Langkah perlindungan tanaman dan peningkatan hasil akan lebih efektif jika petani dilibatkan secara aktif melalui wadah kelembagaan yang solid. Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang kita untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutup Maidar, SH, MSi. (IR)
- Penulis: admin_farma

