Curug Semantung, Pesona Alam Lampung Barat yang Viral Setelah Dikunjungi Bupati Parosi
- account_circle Admin
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- comment 0 komentar

Lampung Barat, LambarXpose.com — Kabut tipis yang menggantung di antara pepohonan pagi itu menyambut langkah rombongan kecil di Dusun Semantung, Pekon Basungan, Kecamatan Pagar Dewa. Udara sejuk khas pegunungan, aroma tanah basah, dan kicau burung seolah menandai perjalanan penting: petualangan menuju salah satu surga tersembunyi Lampung Barat — Curug Semantung.
Namun hari itu bukan sekadar kunjungan biasa. Di barisan terdepan tampak sosok yang akrab disapa Pakcik, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap potensi wisata berbasis alam dan masyarakat.
Dari Pelayanan Publik ke Petualangan Alam
Kunjungan tersebut berlangsung usai agenda pembagian seragam sekolah gratis di Kecamatan Pagar Dewa, Kamis (9/10/2025). Alih-alih langsung kembali ke kantor, sang bupati mengajak para pejabat, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat untuk “healing” bersama—menyusuri jalur alami menuju Curug Semantung.
“Banyak yang penasaran dengan Curug Semantung. Tingginya hampir 60 meter, indah sekali, dan lokasinya juga tidak terlalu jauh,” ujar Pakcik sambil tersenyum.
Dengan nada santai namun bersemangat, ia menambahkan, “Bagi anak-anak muda, Gen Z, milenial—daripada jauh-jauh ke luar kota, datang saja ke sini. Alamnya masih alami banget!”
Akses Menantang, Pemandangan Menakjubkan
Perjalanan menuju curug dimulai dengan jalan tanah sepanjang dua kilometer yang masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Setelah itu, medan mulai menanjak dan berbatu, memaksa rombongan berjalan kaki.
Meski menantang, rasa lelah terbayar tuntas. Jalur setapak yang menembus hutan membawa pengunjung melewati kebun kopi, pepohonan lebat, dan gemericik aliran sungai kecil. Sekitar 20–30 menit berjalan, suara gemuruh air terjun mulai terdengar—menandakan keajaiban alam itu semakin dekat.
Begitu tiba di lokasi, panorama Curug Semantung benar-benar memukau. Air jernih jatuh deras dari tebing tinggi, menciptakan kabut halus yang menari di udara. Hembusan angin membawa aroma lembap hutan tropis yang menenangkan.
Gratis, Asri, dan Belum Terjamah
Menariknya, hingga kini Curug Semantung belum memberlakukan tiket masuk alias gratis. Aksesnya yang masih alami justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta alam dan petualang.
“Ini bisa jadi destinasi unggulan kita, tapi tetap dengan konsep ekowisata. Alamnya dijaga, masyarakatnya diberdayakan,” tutur Parosil.
Kunjungan lapangan ini bukan sekadar wisata santai. Kehadiran bupati dan jajaran pemerintah daerah menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Barat serius mengembangkan potensi wisata alam berkelanjutan.
Dengan promosi yang tepat, Curug Semantung diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar tanpa merusak kelestarian lingkungan.
Surga Tersembunyi di Basungan
Curug Semantung adalah cerminan keindahan alam Lampung Barat yang masih murni. Di tengah derasnya arus modernisasi, tempat ini mengingatkan kita bahwa keindahan sejati sering kali tersembunyi di balik kesederhanaan.
Seperti kata Bupati Parosil sebelum menutup kunjungan, “Kalau mau tenang, mau bahagia, datanglah ke Basungan. Nikmati Curug Semantung—sejuk, alami, dan membahagiakan.”. (*)
- Penulis: Admin


