Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » X-Fakta » “Batas Usia dan Hak atas Pendidikan: Saat Regulasi Menghalangi Masa Depan Anak”

“Batas Usia dan Hak atas Pendidikan: Saat Regulasi Menghalangi Masa Depan Anak”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • comment 0 komentar

Oleh: Redaksi LambarXpose.com

LambarXPose.com – Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan diperkuat oleh berbagai peraturan perundang-undangan nasional. Namun, kisah yang terjadi di Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, memberikan refleksi mendalam tentang bagaimana sistem pendidikan kita terkadang bersikap kaku dan tidak mampu mengakomodasi dinamika sosial yang terjadi di lapangan.

Seorang anak bernama Rahmat, yang sebelumnya telah diterima dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung, terpaksa harus menghentikan proses pendidikannya. Alasannya adalah karena usia Rahmat diketahui melebihi batas maksimal penerimaan siswa sekolah menengah pertama yang telah ditetapkan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kelebihan usia lima bulan menjadi alasan utama dikeluarkannya Rahmat dari sekolah, meskipun semangat belajarnya tinggi dan ia telah menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.

Fakta Lapangan dan Keterbatasan Sosial

Menurut keterangan dari pihak keluarga, Rahmat berasal dari latar belakang ekonomi yang terbatas. Proses administrasi, seperti pembuatan atau perbaikan data kependudukan, menjadi kendala tersendiri bagi keluarga kurang mampu. Ketika pihak sekolah menyarankan perubahan identitas agar usia tampak sesuai, hal ini justru menambah kebingungan dan tekanan bagi keluarga.

Pihak sekolah sendiri tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Kepala sekolah telah mencoba berkoordinasi dengan dinas terkait, dan menyarankan agar Rahmat mendaftar pada program pendidikan kesetaraan. Namun, solusi tersebut tentu tidak setara dengan pendidikan formal, terlebih jika usia anak masih tergolong layak untuk mengikuti pendidikan reguler. Situasi ini menunjukkan bahwa antara regulasi pusat dan realitas di daerah masih terdapat kesenjangan yang perlu diselesaikan secara bijak.

Kebutuhan Akan Fleksibilitas dalam Kebijakan Pendidikan

Peraturan yang baku dan sistem data yang seragam secara nasional memang diperlukan dalam tata kelola pendidikan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan geografis masyarakat.

Anak-anak dari daerah terpencil, seperti Lumbok Seminung, sering kali menghadapi berbagai keterbatasan – dari akses informasi, infrastruktur, hingga literasi administrasi. Maka dari itu, pemberlakuan aturan usia secara kaku tanpa mempertimbangkan kondisi khusus daerah dapat mengakibatkan eksklusi pendidikan, yang bertentangan dengan semangat inklusi dan keadilan sosial.

Rekomendasi Solutif

Untuk menghindari kasus serupa, penulis mengajukan beberapa langkah solusi sebagai berikut:

  1. Penerapan Dispensasi Usia Secara Terbatas dan Terukur
    Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dapat menetapkan kebijakan dispensasi usia bagi peserta didik dari daerah tertinggal dan terpencil, dengan mekanisme evaluasi khusus.
  2. Pendampingan Administratif bagi Keluarga Tidak Mampu
    Pemerintah daerah perlu menyediakan layanan jemput bola dalam hal pengurusan akta lahir dan dokumen kependudukan lainnya, terutama bagi keluarga prasejahtera.
  3. Fleksibilitas Sistem Dapodik dalam Kasus Khusus
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat mengevaluasi sistem Dapodik agar memberi ruang kebijakan bagi kepala sekolah untuk menerima siswa dengan pertimbangan sosial tertentu, tanpa mengorbankan keabsahan data.
  4. Penguatan Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan
    Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat komitmen terhadap prinsip pendidikan yang menjangkau semua lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi atas dasar administratif yang bersifat teknis.

Kisah Rahmat bukan hanya cerita seorang anak yang terhambat sekolah karena usia. Ini adalah cermin dari sistem yang belum sepenuhnya adaptif terhadap kompleksitas realitas sosial di akar rumput. Pendidikan seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan, bukan tembok yang membatasi langkah anak-anak untuk meraih cita-citanya.

Diharapkan ke depan, semua pihak – mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat – dapat bersama-sama membangun sistem pendidikan yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga adil dan manusiawi.(*)

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bingung Cara Menggunakan Aplikasi Sentuh Tanahku? Yuk, Simak Langkah-langkah Mudahnya untuk Warga Lampung Barat!

    Bingung Cara Menggunakan Aplikasi Sentuh Tanahku? Yuk, Simak Langkah-langkah Mudahnya untuk Warga Lampung Barat!

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Warga Lampung Barat, kini tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor pertanahan untuk urusan tanah. Dengan hadirnya aplikasi Sentuh Tanahku, semua urusan pertanahan dapat diakses secara online hanya lewat ponsel Anda. Mudah, cepat, dan efisien, aplikasi ini memberikan kemudahan bagi Anda untuk mengurus segala hal terkait tanah tanpa harus meninggalkan rumah. […]

  • Solidaritas atau Ironi? Warga Lampung Barat Gantikan Peran Pemerintah Bangun Jalan

    Solidaritas atau Ironi? Warga Lampung Barat Gantikan Peran Pemerintah Bangun Jalan

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Di tengah jalan kabupaten yang rusak parah dan tak kunjung tersentuh pembangunan pemerintah, warga Lampung Barat kembali menunjukkan kekuatan solidaritas. Fenomena gotong royong membangun jalan secara swadaya kembali mencuat, kali ini di Pemangku Talang Serungkuk, Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, yang berbatasan langsung dengan Pekon Waspada. Dengan dana dan tenaga murni […]

  • Rancang Pusat Peradaban Umat, Masjid Agung Baiturrahim Lampung Barat Fokuskan Program Pembangunan Berkelanjutan

    Rancang Pusat Peradaban Umat, Masjid Agung Baiturrahim Lampung Barat Fokuskan Program Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Dalam upaya menjadikan masjid lebih dari sekadar tempat ibadah, Pengurus Masjid Agung Baiturrahim yang berlokasi di jantung kawasan perkantoran Pemkab Lampung Barat, menggelar rapat lanjutan pembahasan program kerja periode 2025–2030, Senin malam (4/8/2025). Rapat yang berlangsung usai salat Isya berjamaah ini menjadi bagian dari ikhtiar besar pengurus untuk merancang pembangunan masjid […]

  • Lengking Gitar Kapolda Iringi Semangat Bhayangkara: ‘Kami untuk Masyarakat’

    Lengking Gitar Kapolda Iringi Semangat Bhayangkara: ‘Kami untuk Masyarakat’

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Lampung, LambarXpose.com – Lengkingan gitar Irjen Pol Helmy Santika menjadi pembuka suasana hangat dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Mapolda Lampung, Selasa (1/7/2025). Iringan lagu dari Kapolda Lampung ini menjadi simbol keakraban sekaligus semangat sinergitas di antara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Beberapa lagu populer seperti Kamu Gak Sendirian dari Tipe-X dan […]

  • Mediasi Tawuran Pelajar di Lampung Barat: Dari Emosi ke Edukasi

    Mediasi Tawuran Pelajar di Lampung Barat: Dari Emosi ke Edukasi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com  – Tawuran antar pelajar kembali menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Kasus perkelahian siswa SMPN 1 Liwa dan SMPN Sekuting Terpadu yang terjadi pada Rabu, 3 September 2025 di jalur dua Taman Makam Pahlawan, Lampung Barat, akhirnya diselesaikan melalui mediasi. Rapat mediasi digelar pada Senin, 7 September 2025, bertempat di SMPN 1 Liwa, […]

  • Aroma Keadilan di Setiap Seduhan: Reforma Agraria Menumbuhkan Harapan di Lampung Barat

    Aroma Keadilan di Setiap Seduhan: Reforma Agraria Menumbuhkan Harapan di Lampung Barat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com  — Di balik aroma harum kopi nusantara yang mendunia, ada kisah tentang perjuangan dan keadilan. Di perbukitan hijau Lampung Barat, ribuan petani kecil menanam, merawat, dan memanen Kopi Robusta dengan sepenuh hati. Bagi mereka, kopi bukan sekadar tanaman — tapi sumber kehidupan yang menghidupi keluarga dan menggerakkan ekonomi desa. Namun, perjalanan itu […]

expand_less