Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Xpose Lokal » Menjaga Akar, Merangkul Zaman: Adat dan Kebersamaan Way Mengaku di Era Digital

Menjaga Akar, Merangkul Zaman: Adat dan Kebersamaan Way Mengaku di Era Digital

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • comment 0 komentar

Oleh:Redaksi LambarXpose

Opini, LambarXpose.com – Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat yang terletak di jantung Kabupaten Lampung Barat, bukan sekadar ruang geografis di peta. Ia adalah kawasan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur, warisan adat istiadat, dan semangat kebersamaan masyarakat Sai Batin yang telah hidup turun-temurun. Namun hari ini, Way Mengaku berdiri di persimpangan besar zaman: antara menjaga akar buda ya dan membuka diri terhadap kemajuan serta ragam budaya yang datang dari luar.

Adat Istiadat: Jiwa yang Menghidupkan Masyarakat

Dalam masyarakat Sai Batin, adat bukan hanya simbol atau upacara formalitas. Adat adalah cara hidup. Nilai seperti Pi’il Pesenggiri (menjaga harga diri), Sakai Sambayan (saling bantu), Nem ui Nyimah (keramahan menerima tamu), dan Nengah Nyappur (berbaur dengan lingkungan) adalah fondasi dari setiap interaksi sosial.

Adat ini tercermin dalam segala aspek kehidupan—dari cara berpakaian dalam acara adat, tata nan kampung, cara bertutur kata kepada sesama dan yang lebih tua, hingga penyelenggaraan kegiatan gotong royong yang menjadi denyut nadi kebersamaan.

Namun pertanyaannya hari ini: masihkah nilai-nilai ini menjadi panduan utama dalam kehidupan masyarakat Way Mengaku?

Digitalisasi dan Urbanisasi: Pisau Bermata Dua

Kemajuan teknologi digital dan urbanisasi membawa dua sisi yang harus dihadapi dengan bijak. Di satu sisi, teknologi memudahkan komunikasi, membuka peluang ekonomi, dan memperluas jaringan sosial. Namun di sisi lain, dunia digital juga membawa gaya hidup individualistis, kon sumtif, dan sering kali meminggirkan nilai-nilai lokal yang membutuhkan pertemuan fisik, dialog, dan kekompakan komunitas.

Sementara itu, urbanisasi dan arus pendatang dengan latar belakang budaya berbeda memper kaya keberagaman, tetapi juga dapat memicu gesekan nilai. Jika tidak disikapi dengan bijak, Way Mengaku bisa kehilangan identitas budayanya, berubah menjadi sekadar ruang hunian yang anonim dan homogen.

Tantangan Kebudayaan Lokal: Antara Bertahan atau Bertransformasi

Tantangan utama saat ini bukan sekadar mempertahankan budaya lokal, tetapi juga mentransformasikannya agar relevan dengan zaman. Adat istiadat harus mampu menjawab tantangan kekinian, seperti:

  • Apakah masih ada forum adat yang aktif membahas persoalan sosial di masyarakat?
  • Bagaimana peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya leluhur?
  • Apakah nilai-nilai adat dapat dimasukkan dalam sistem pendidikan formal dan informal di kampung?
  • Seberapa jauh pendatang diberi ruang untuk mengenal dan menghormati budaya lokal?

Jika tidak dijawab dengan serius, adat dan kebersamaan hanya akan menjadi slogan kosong di baliho atau pidato seremonial.

Strategi dan Solusi: Menjembatani Tradisi dan Inovasi

Agar Way Mengaku tetap menjadi benteng budaya yang kuat di era digital, berikut strategi yang bisa ditempuh:

  1. Revitalisasi Lembaga Adat
    Hidupkan kembali peran tokoh adat dan sesepuh dalam menyelesaikan konflik, membimbing generasi muda, dan merancang agenda budaya bersama pemerintah kelurahan.
  2. Digitalisasi Budaya Lokal
    Dorong pemuda membuat konten video, podcast, atau infografik tentang nilai-nilai adat dan sejarah Way Mengaku. Adat harus hadir di media sosial, bukan hanya di panggung budaya.
  3. Pendidikan Berbasis Budaya Lokal
    Libatkan sekolah dan madrasah untuk menyisipkan pelajaran tentang adat, bahasa Lampung, serta sejarah lokal dalam kurikulum muatan lokal.
  4. Dialog Antarbudaya
    Fasilitasi kegiatan lintas komunitas yang mempertemukan warga lokal dan pendatang untuk saling mengenal, saling menghormati, dan membangun kohesi sosial yang lebih kuat.
  5. Festival Adat Tahunan
    Jadikan adat sebagai daya tarik pariwisata budaya. Gelar festival rutin yang melibatkan masyarakat lintas usia dan latar belakang.
  6. Keteladanan Pemimpin Lokal
    Lurah, tokoh adat, dan pemuka masyarakat harus menjadi teladan dalam menjunjung adat-bukan hanya di panggung, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Merawat yang Asli, Membuka Diri pada yang Baru

Way Mengaku sedang berada dalam fase penting sejarahnya. Di satu sisi harus membuka diri terhadap kemajuan, di sisi lain tidak boleh lepas dari akar budayanya. Hanya dengan keberanian menjaga jati diri, dan kecerdasan dalam beradaptasi, masyarakat Way Mengaku bisa tetap harmonis, tangguh, dan bermartabat di tengah perubahan zaman.

Mewarisi adat bukan berarti hidup di masa lalu, tetapi menjadikan warisan itu sebagai bekal untuk menapaki masa depan dengan keyakinan dan harga diri. Dalam gempuran zaman digital dan keragaman budaya yang terus datang, Way Mengaku harus tetap menjadi “rumah” yang ramah, kokoh, dan penuh makna. (*)

 

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Lampung Barat Tangkap Tersangka Penipuan Elektronik, Korban Rugi Rp100 Juta

    Polres Lampung Barat Tangkap Tersangka Penipuan Elektronik, Korban Rugi Rp100 Juta

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com — Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Lampung Barat berhasil mengungkap kasus penipuan elektronik yang melibatkan dugaan tindak pidana informasi elektronik. Kasus ini berawal dari sebuah transaksi yang terjadi pada Jumat, 19 September 2025, di Hotel Permata, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Pelaku penipuan, yang diketahui bernama RIADI […]

  • Onderil yang Hilang dari Kendaraan Budaya

    Onderil yang Hilang dari Kendaraan Budaya

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Oleh: Ali Rukman  ( Praktisi pemberdayaan masyarakat, Pendiri Perhimpunan Kawokh Bungkok Lampung Barat, dan Penulis buku Saya Belajar dari Sini: Pengalaman Mendampingi Masyarakat Lampung Barat (2015) Budaya bukan untuk disimpan dalam festival, tapi dihidupkan dalam keseharian. Sebab nilai tak tumbuh dari sorak penonton, melainkan dari peluh di dapur kehidupan. Lampung Barat, LambarXpose.com – Beberapa waktu […]

  • Liwa Menuju Wajah Baru: Sekolah Kopi hingga Wisma Sindalapai Jadi Prioritas 2025

    Liwa Menuju Wajah Baru: Sekolah Kopi hingga Wisma Sindalapai Jadi Prioritas 2025

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus melangkah maju dengan menghadirkan rencana besar di tahun 2025. Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, memimpin langsung kegiatan Expose Laporan Pendahuluan Perencanaan Penataan Kota Liwa, Review DED Sekolah Kopi, dan Rehabilitasi Wisma Sindalapai yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Sekdakab, Rabu (3/9/2025). Kegiatan ini […]

  • Rahmat dan Realitas Pendidikan di Pelosok: Bambang Kusmanto Dorong Solusi Manusiawi

    Rahmat dan Realitas Pendidikan di Pelosok: Bambang Kusmanto Dorong Solusi Manusiawi

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com– Satu lagi kisah pilu tentang pendidikan datang dari wilayah perbatasan Kabupaten Lampung Barat. Seorang anak bernama Rahmat, yang tinggal di Kecamatan Lumbok Seminung, terpaksa menghentikan langkahnya menuju bangku SMP, meski sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Lumbok Seminung. Rahmat sebelumnya telah dinyatakan diterima di sekolah tersebut. Ia […]

  • Parosil Resmikan Proyek Jalan Suoh: Rp4,92 Miliar untuk 1,2 KM Pertama

    Parosil Resmikan Proyek Jalan Suoh: Rp4,92 Miliar untuk 1,2 KM Pertama

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Pem erintah Kabupaten Lampung Barat resmi memulai pembangunan ruas jalan penghubung Pekon Tugu Ratu–Sukamarga, Kecamatan Suoh, pada Minggu (20/07/2025), yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus. Proyek ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas antarpekon di wilayah yang selama ini tertinggal […]

  • Lamban Budaya Gedung Pancasila: Megah dalam Fisik, Hampa dalam Fungsi

    Lamban Budaya Gedung Pancasila: Megah dalam Fisik, Hampa dalam Fungsi

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Oleh Redaksi LambarXpose Lampung Barat, LambarXpose – Di pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Barat, berdiri sebuah bangunan megah bernama Lamban Budaya Gedung Pancasila. Secara simbolik, gedung ini seharusnya menjadi ruang hidup bagi kebudayaan lokal-tempat pertemuan nilai, tradisi, dan ekspresi seni masyarakat Lampung Barat. Namun kenyataan di lapangan menimbulkan tanya besar: apakah gedung ini benar-benar hidup sebagai […]

expand_less