Nyala dari Balik Bukit, Catatan Membersamai Pelatihan KDKMP Lampung Barat Angkatan I
- account_circle Admin
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025
- comment 0 komentar

Oleh: Ali Rukman
Artikel, Lampung Barat, LambarXpose.com – Di Hotel Astama, Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, udara pagi Lampung Barat terasa menggigit, namun tidak menciutkan semangat siapa pun yang datang ke sana. Dari tanggal 6 hingga 8 November 2025, sembilan puluh delapan orang pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Angkatan ke-1. Mereka datang dari berbagai penjuru: Kebun Tebu, Suoh, Bandar Negeri Suoh, Fajar Bulan, Air Hitam, Belalau, Batu Brak, dan Balik Bukit. Mereka datang untuk menyalakan bara kecil bernama kesadaran — bahwa koperasi adalah rumah bersama, tempat cita-cita tumbuh dan kesejahteraan berakar.
Sembilan puluh delapan wajah itu memantulkan semangat baja. Tak peduli pelatihan ini berlangsung tiga hari tanpa penginapan, mereka tetap datang dengan tekad penuh. Malam-malam di Balik Bukit mereka hadapi dengan cara sederhana. Beberapa peserta dari Suoh, Bandar Negeri Suoh, dan Air Hitam bermalam di kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Lampung Barat — di sana, mereka bukan hanya berbagi tempat tidur, tetapi juga berbagi harapan dan gagasan. Sementara peserta lain pulang ke rumah masing-masing, menembus kabut dan jalan berliku, tanpa keluhan dan penuh keyakinan.
Di dalam ruang pelatihan di Hotel Astama, percakapan mengalir dengan hangat. Dari 49 KDKMP yang hadir, baru 3 yang telah memiliki usaha. Sisanya masih dalam tahap pemetaan dan persiapan — seperti benih yang baru disemai, menunggu hujan turun agar tumbuh subur. Namun tak satu pun dari mereka kehilangan semangat. Sepertinya mereka sangat paham bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah pertama, dari keberanian untuk memulai.
Dalam perbincangan di arena pelatihan, terurai pemahaman bersama tentang arah usaha koperasi desa. Bahwa usaha yang dikembangkan KDKMP harus berpijak pada komoditas yang hidup dan tumbuh di desa, potensi yang melibatkan sebanyak mungkin masyarakat, memiliki kemampuan menjangkau pasar yang luas, memiliki ketersediaan sumber daya manusia yang potensial, bahan baku yang mencukupi dalam jangka panjang, serta sarana dan prasarana yang memadai. Dan bahwa semua itu harus sejalan dengan budaya,kelestarian lingkungan, serta aturan yang berlaku.
Bagi saya, pelatihan ini tentu bukan sekadar tentang teori, tetapi tentang menata ulang keyakinan: bahwa koperasi adalah wujud gotong royong modern — tempat ekonomi rakyat disusun dengan rasa kebersamaan, bukan kepentingan sesaat. Bahwa KDKMP bukan hanya singkatan dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, tetapi juga cerminan tekad merah-putih yang menyala di dada mereka yang berani menjaga bara ekonomi rakyat.
Dan kepada seluruh peserta, ketika kembali ke KDKMP masing-masing — jagalah bara itu. Teruslah berlatih, teruslah belajar, teruslah melangkah dengan istiqomah. Sebab perjuangan koperasi bukanlah lomba lari yang cepat selesai, melainkan perjalanan panjang yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang sabar dan teguh. Jangan biarkan semangat ini padam oleh rutinitas, jangan biarkan nyala ini meredup oleh kesibukan. Sebab api perjuangan ekonomi rakyat harus terus dijaga oleh tangan-tangan yang bersih dan hati yang ikhlas.
Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lampung Barat, serta seluruh panitia pelaksana yang dengan sungguh-sungguh menyiapkan kegiatan ini. Tanpa dukungan dan kerja senyap mereka, bara kecil dari Balik Bukit ini tak mungkin menyala hari ini.
Dan kini, setelah pelatihan usai, kita pulang membawa sesuatu yang tak kasat mata — semangat yang tumbuh dari perjumpaan, keyakinan yang terjalin dari percakapan, serta kesadaran baru bahwa koperasi bukan sekadar lembaga, melainkan cara hidup yang menumbuhkan harapan.
Dari Balik Bukit, nyala kecil itu mulai tampak. Ia belum menjadi api besar, tapi cukup untuk menerangi langkah-langkah pertama menuju perubahan. Semoga ia tak padam — karena di sanalah harapan itu lahir, dari nyala yang terus dijaga oleh mereka yang percaya: bahwa membangun negeri bisa dimulai dari desa, dari hati yang tulus, dan dari bara kecil yang tak pernah padam. (*)
*Ali Rukman – Fasilitator Pelatihan KDKMP Lampung Barat Angkatan I
- Penulis: Admin


