Aroma Keadilan di Setiap Seduhan: Reforma Agraria Menumbuhkan Harapan di Lampung Barat
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 20 Okt 2025
- comment 0 komentar

Lampung Barat, LambarXpose.com — Di balik aroma harum kopi nusantara yang mendunia, ada kisah tentang perjuangan dan keadilan. Di perbukitan hijau Lampung Barat, ribuan petani kecil menanam, merawat, dan memanen Kopi Robusta dengan sepenuh hati. Bagi mereka, kopi bukan sekadar tanaman — tapi sumber kehidupan yang menghidupi keluarga dan menggerakkan ekonomi desa.
Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Dulu, banyak petani hanya menggarap tanah tanpa status hukum. Mereka hidup di atas lahan yang mereka rawat puluhan tahun, tapi tanpa kepastian. Tak punya sertifikat, tak punya akses permodalan, dan seringkali tak punya suara ketika berhadapan dengan pihak lain.
Kini, situasi itu berubah. Melalui Program Reforma Agraria dari Kementerian ATR/BPN , negara hadir memberi keadilan bagi para penggarap tanah. Lahan yang dulu penuh ketidakpastian kini telah disertifikatkan. Melalui redistribusi tanah dan legalisasi aset, petani kopi di Lampung Barat kini memiliki hak penuh atas lahan mereka sendiri.
“Dulu kami hanya menumpang di tanah sendiri, sekarang kami benar-benar memilikinya,” ujar salah satu petani di Kecamatan Sumberjaya dengan mata berbinar. “Sertifikat ini bukan hanya kertas, tapi kekuatan dan harapan bagi kami.”
Dengan kepastian hukum atas tanah, petani kini bisa mengakses permodalan, meningkatkan produksi, dan berinovasi. Mereka tak lagi hanya menanam, tetapi juga mengolah dan menjual kopi berkualitas tinggi.
Beberapa kelompok tani bahkan mulai membangun unit usaha bersama, koperasi, dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan nasional. Kopi Lampung Barat pun semakin dikenal di pasar global — sebagai kopi dari tanah yang adil, tanah milik rakyat.
Reforma Agraria di Lampung Barat telah mengubah wajah pedesaan. Ia tidak hanya menata aset, tapi juga membuka akses terhadap kesejahteraan dan kemandirian. Di setiap biji kopi yang diseduh, tersimpan cerita tentang keadilan, kerja keras, dan cinta pada tanah air.
Kini, dari perbukitan hijau Lampung Barat, semerbak aroma kopi membawa pesan:
bahwa ketika tanah dijaga dengan adil, kehidupan pun tumbuh makmur.
“Tanah Terjaga, Ruang Tertata, Wujudkan Astacita.”. ( Yogi)
- Penulis: Admin


