Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » X- Lampung » Lampung Barat di Usia ke-34: Antara Aroma Kopi, Sejuk Hutan, dan Harapan Baru

Lampung Barat di Usia ke-34: Antara Aroma Kopi, Sejuk Hutan, dan Harapan Baru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
  • comment 0 komentar

Lampung Barat, LambarXpose.com – Udara dingin menyapa pagi di Liwa, ibukota Kabupaten Lampung Barat. Dari balik kabut tipis, hamparan kebun kopi mengeluarkan aroma khas yang menenangkan. Suara ayam berkokok bercampur deru aktivitas pasar pagi, melengkapi wajah sederhana namun penuh kehidupan. Tahun 2025 ini, Sebentar lagi tepatnya 24 September 2025 Kabupaten Lampung Barat akan genap 34 tahun sejak resmi berdiri pada 24 September 1991.

Bagi sebagian orang, usia 34 hanyalah angka. Namun bagi Lampung Barat, setiap tahun adalah cerita tentang perjuangan membangun daerah dari pelosok, menjaga hutan dari kepunahan, dan merawat budaya dari kelupaan.

Jejak Sejarah: Dari Pemekaran Menuju Kemandirian

Lampung Barat lahir dari pemekaran Kabupaten Lampung Utara dengan tujuan sederhana namun penting: menghadirkan pelayanan yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah barat Lampung. Dengan luas wilayah sekitar 2.142 km², kabupaten ini membentang dari pegunungan hingga tepian Danau Ranau yang eksotis.

Awalnya, Lampung Barat adalah daerah dengan infrastruktur terbatas. Jalan masih banyak berupa tanah, listrik belum merata, akses kesehatan terbatas. Namun berkat semangat “Sai Bumi Ruwa Jurai” – filosofi kebersamaan masyarakat Lampung – daerah ini perlahan berubah. Kini, setelah 34 tahun, Lampung Barat dikenal bukan hanya sebagai lumbung kopi, tetapi juga sebagai benteng terakhir ekologi Sumatra.

Kopi: Identitas dan Nadi Ekonomi

Di setiap sudut Lampung Barat, kopi bukan sekadar minuman, melainkan identitas. Lebih dari 70 persen warga menggantungkan hidup dari kebun kopi robusta. Dari Balikbukit hingga Sumberjaya, petani kopi bekerja keras menjaga kualitas biji hitam agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Budaya minum kopi juga melekat erat dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di warung kopi desa kerap menjadi forum musyawarah, tempat berbagi cerita, hingga ladang ide-ide baru. Tak heran, festival kopi, lomba barista lokal, hingga promosi UMKM kopi gencar dilakukan sebagai cara mengangkat citra Lampung Barat sebagai “Kabupaten 1000 Kopi”.

Benteng Ekologi: Rumah Satwa Dunia

Selain kopi, Lampung Barat adalah rumah bagi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), salah satu hutan hujan tropis terbesar di Sumatra. Kawasan ini menjadi habitat satwa langka seperti badak Sumatra, harimau Sumatra, dan gajah Sumatra.

UNESCO telah mengakui TNBBS sebagai Warisan Dunia (World Heritage Site), menjadikannya simbol penting bagi dunia internasional. Keanekaragaman hayati ini menjadikan Lampung Barat sebagai “paru-paru dunia” yang berperan menjaga keseimbangan iklim global.

Namun menjaga hutan bukan perkara mudah. Ancaman perambahan, kebakaran, hingga perburuan liar masih menghantui. Karena itu, di usia 34 tahun ini, tantangan terbesar Lampung Barat adalah menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan kelestarian alam.

Pesona Wisata: Dari Danau Ranau hingga Gunung Pesagi

Lampung Barat juga dikenal sebagai destinasi wisata alam. Danau Ranau, danau terbesar kedua di Sumatra, menawarkan panorama menakjubkan dengan latar Gunung Seminung yang gagah. Di sisi lain, Gunung Pesagi – puncak tertinggi di Lampung – menjadi magnet bagi pendaki yang ingin menikmati matahari terbit di atas awan.

Belum lagi potensi wisata arung jeram di Way Besai, wisata budaya di Pekon Kenali, hingga jejak sejarah di situs megalitikum Lampung Barat. Semua ini menjadi modal besar untuk menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi baru.

Pembangunan dan Kearifan Lokal

Di usia ke-34, pembangunan di Lampung Barat tak hanya fokus pada fisik, tetapi juga menyentuh kesejahteraan masyarakat. Jalan desa, listrik, sekolah, hingga layanan kesehatan terus diperluas. Namun, pemerintah daerah tetap berpegang pada prinsip kearifan lokal.

Nilai “Piil Pesenggiri” – yang menekankan harga diri, gotong royong, dan kebersamaan – dijadikan landasan pembangunan. Program revitalisasi budaya, pelestarian seni tari Lampung, hingga penguatan adat Saibatin dan Pepadun menjadi bukti bahwa Lampung Barat membangun tanpa meninggalkan akar budayanya.

Tantangan Zaman Digital

Meski memiliki banyak keunggulan, Lampung Barat tidak lepas dari tantangan. Urbanisasi membuat banyak generasi muda merantau ke kota, meninggalkan tanah kelahiran. Perubahan iklim mengancam hasil panen kopi, sementara arus digitalisasi menuntut masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat.

Namun, peluang juga terbuka lebar. Ekonomi kreatif berbasis kopi, promosi wisata melalui media sosial, hingga pengembangan UMKM digital menjadi jalan baru bagi Lampung Barat untuk bersaing di era modern.

Menyongsong Masa Depan

Usia 34 adalah usia matang untuk menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Lampung Barat kini tidak hanya bicara tentang kopi dan hutan, tetapi juga tentang masa depan generasi muda yang harus tetap bangga pada daerahnya.

“Lampung Barat adalah rumah kita. Tugas kita bukan hanya menikmati hasilnya, tapi juga menjaga dan mewariskannya kepada anak cucu,” ujar salah satu tokoh adat di Liwa.

Hari jadi ke-34 ini menjadi momentum untuk meneguhkan arah: membangun Lampung Barat yang maju, berdaya saing, ramah lingkungan, sekaligus tetap setia menjaga budaya.

Agenda Pemerintah ke Depan: Menjawab Tantangan, Merajut Harapan

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik dengan berbagai prioritas pembangunan:

1.Mengurangi Konflik Manusia dan Satwa

Pemerintah bersama masyarakat adat dan Balai TNBBS berupaya menekan konflik dengan satwa liar, khususnya gajah dan harimau, melalui pembangunan pagar konservasi, koridor satwa, dan edukasi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian satwa.

2.Pemerataan Infrastruktur

Pembangunan jalan desa, jembatan penghubung, serta infrastruktur digital akan dipercepat agar seluruh kecamatan merasakan akses yang sama. Hal ini penting untuk memperlancar arus ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas warga.

3.Penanganan Banjir

Di daerah rawan banjir, pemerintah menyiapkan program normalisasi sungai, pembangunan drainase modern, serta penghijauan di hulu. Langkah ini dikombinasikan dengan mitigasi bencana berbasis masyarakat.

4.Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan menjadi fokus agar masyarakat dapat mengurus administrasi dengan cepat, mudah, dan transparan.

5.Kesejahteraan Petani

Mengingat mayoritas warga adalah petani kopi, program peningkatan produktivitas, akses pupuk, bantuan bibit unggul, serta pelatihan pasca panen akan terus diperkuat. Tujuannya agar petani tidak hanya menjual biji kopi, tetapi juga masuk ke rantai nilai industri olahan.

6.Stabilitas Distribusi LPG

Pemerintah juga menaruh perhatian pada kebutuhan energi rumah tangga. Distribusi gas LPG akan dipastikan stabil hingga pelosok, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar energi.

Lampung Barat di usia ke-34 bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik. Dari kopi hingga hutan, dari petani hingga generasi muda, dari tradisi hingga teknologi – semua dirajut menjadi harapan baru. (Redaksi)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekon Padang Cahya Kembali Terpilih dalam Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2025

    Pekon Padang Cahya Kembali Terpilih dalam Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Untuk kedua kalinya, desa ini terpilih sebagai salah satu dari 150 desa yang mengikuti Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2025 yang digagas oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sebelumnya, pada […]

  • Aplikasi Sentuh Tanahku di Lampung Barat: Menu Favorit yang Sering Digunakan untuk Mempermudah Proses Permohonan

    Aplikasi Sentuh Tanahku di Lampung Barat: Menu Favorit yang Sering Digunakan untuk Mempermudah Proses Permohonan

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Kantor Pertanahan Lampung Barat kini semakin memudahkan pemohon dalam mengurus dokumen pertanahan melalui aplikasi Sentuh Tanahku, sebuah inovasi digital yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN. Aplikasi ini tidak hanya mengurangi waktu tunggu di kantor pertanahan, tetapi juga menawarkan berbagai fitur praktis yang banyak digunakan oleh pemohon untuk mempercepat proses permohonan mereka. Di […]

  • Kepala Kantor Pertanahan Lampung Barat: PTSL Bukan Sekadar Sertifikat, Tapi Kepastian Hukum untuk Warga

    Kepala Kantor Pertanahan Lampung Barat: PTSL Bukan Sekadar Sertifikat, Tapi Kepastian Hukum untuk Warga

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com — Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Barat menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Panitia Ajudikasi, Satuan Tugas Fisik, Satuan Tugas Yuridis, dan Satuan Tugas Administrasi dalam rangka pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2025. Rabu, 15 Oktober 2025. Acara berlangsung di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Barat dengan suasana khidmat […]

  • Solidaritas atau Ironi? Warga Lampung Barat Gantikan Peran Pemerintah Bangun Jalan

    Solidaritas atau Ironi? Warga Lampung Barat Gantikan Peran Pemerintah Bangun Jalan

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com – Di tengah jalan kabupaten yang rusak parah dan tak kunjung tersentuh pembangunan pemerintah, warga Lampung Barat kembali menunjukkan kekuatan solidaritas. Fenomena gotong royong membangun jalan secara swadaya kembali mencuat, kali ini di Pemangku Talang Serungkuk, Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, yang berbatasan langsung dengan Pekon Waspada. Dengan dana dan tenaga murni […]

  • Wakil Bupati Lampung Barat Hadiri Penganugerahan IKK 2025 di Surabaya

    Wakil Bupati Lampung Barat Hadiri Penganugerahan IKK 2025 di Surabaya

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Lampung Barat, Lambar xpose.com –  Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menghadiri acara Penganugerahan Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Grand Ballroom Novotel Samator Surabaya, Selasa (25/11/2025). Kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian proses pengukuran kualitas kebijakan di berbagai instansi pemerintah sepanjang tahun 2025. […]

  • Polres Lampung Barat Tangkap Tersangka Penipuan Elektronik, Korban Rugi Rp100 Juta

    Polres Lampung Barat Tangkap Tersangka Penipuan Elektronik, Korban Rugi Rp100 Juta

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Lampung Barat, LambarXpose.com — Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Lampung Barat berhasil mengungkap kasus penipuan elektronik yang melibatkan dugaan tindak pidana informasi elektronik. Kasus ini berawal dari sebuah transaksi yang terjadi pada Jumat, 19 September 2025, di Hotel Permata, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Pelaku penipuan, yang diketahui bernama RIADI […]

expand_less